Selasa, 02 Agustus 2011

Ruang Sidang


29 Juli 2011
          Ruang sidang, dari namanya saja sudah menakutkan apalagi merasakan suasana di dalamnya. Hari ini adalah hari jumat, kata orang tua sih, hari jumat adalah hari baik. Bermodalkan hal tersebut akhirnya gw merasa optimis menjalani hari ini untuk menjalani sidang kompre siang nanti.
          Selama seminggu kebelakang, gw selalu datang untuk menyaksikan suasana tegang yang melanda teman-teman gw demi mendapatkan gelar sarjana. Banyak ekspresi yang terpancarkan dari wajah mereka semua, dari yang bahagia, sedih, menangis, hingga tertawa sendiri. Entah apa yang menyebabkannya tertawa tanpa alasan. Sebegitu mengerikankah ruang sidang itu..?? Hingga bisa menyebabkan orang-orang melakukan tindakan-tindakan aneh di luar kendali kerja otak mereka.
           Tanda tanya besar tersebut melanda diri gw, hingga akhirnya datanglah hari tersebut di saat gw mendapatkan giliran untuk mempersentasikan skripsi hasil jeri payah gw selama ini.
          Oh my god, tegang, sumpah tegang mampus. Seakan-akan lo sedang menjalani sidang kasus perkara pencabulan yang di penuhi keluarga korban yang ingin sekali menghajar lo! Yah maafkanlah gw yang tidak bisa mengibaratkan ketegangan gw ini dengan baik.
          Memang seperti itu rasanya, saat gw di dalam ruang sidang tersebut, oooh gilak para dosen penguji duduk dan memasang wajah super ketekuk. Entah apa maksudnya. Selama beberapa saat setelah dibacakan SK gw untuk menjalani sidang kompre. Akhirnya gw di persilahkan untuk mempersentasikan skripsi gw yang telah di acc.
          Setelah itu, barulah di lanjutkan dengan sesi tanya jawab. Konsentrasi gw lebih fokus terhadap hasil penelitian gw yang objeknya di ambil dari sebuah novel. Banyak hal-hal sepele yang terlupa untuk terus di ingat. Karena dari hal kecil tersebutlah menjadi moment yang sangat pas para dosen menyerang kita dengan penuh pertanyaan-pertanyaan yang mengerikan.
          Sesi tanya jawab berlangsung selama kurang lebih satu jam. Dagdigdug jantung gw tak berhenti berdebar-debar kencang sesaat setelah selesai sidang kompre. Sekarang saatnya untuk membacakan SK dan memberi tahukan lo lulus atau tidaknya.
          Ifuuuuh, setelah dosen ketua membacakan hasil SK nya dan sekarang saatnya gw ngucapin “ALHAMDULILLAH” jadi juga gw sarjana ^o^)v yaaaay! Dengan hasil memuaskan. Horaai horaaai... satu hal yang gak akan gw lupakan untuk membayar nazar yang telah gw niatkan seminggu sebelum hari ini, yaitu nazar akan “MEMBAKAR SEMUA SKRIPSI GW SELAMA BIMBINGAN DAN TERIAK... YIHAAA”

Selasa, 26 Juli 2011

Hiburan Kecil saat Karantina.

25 Juli 2011

          Malam ini, entah ada angin apa, tiba-tiba ada yang menginvite gw ke dalam group yang membernya adalah temen-temen smp gw! lebih tepatnya teman pesantren dulu di tahun 2000-2003. KYAAAA >///< udah lama banget gw gak ngobrol bahkan sms mereka semua.

          Alhamdulillah gw hidup di era yang sangat canggih ini, dimana kita bisa melakukan chating di Handphone dengan menggunakan layanan BBM.

          Yah lumayan, untuk hiburan kecil buat gw. bbm-an dengan mereka semua, melepas rindu, penat, dan kebosanan gw dalam rutinitas yang itu-itu saja. Karena dalam beberapa hari kedepan, adalah masa-masa karantina gw untuk tidak melakukan aktifitas di luar keperluan skripsi. 

          Menjelang ujian kompre di tanggal 29 Juli 2011 di hari Jum’at. Ini adalah hari penentuan gw, lulus atau gak nya. Segala daya dan upaya gw hanturkan demi hari ini. *jiiiaah berat cing bahasanye!*

          Intinya sih, doain yah cemund-cemund, semoga di hari yang spesial ini, gw berhasil mendapatkan gelar sarjana dan siap di wisuda dengan jubah idaman “toga” rancangan designer kondang Indonesia mas Adjie Notonegoro” #eeaa.

RUGI BANDAR!!!!

25 Juli 2011

          Sial, sial, sial, siaaaaal. Babiklah pake K biar lebih berasa ungkapan keselnya!. Senin pagi ini, saatnya gw menyelesaikan urusan pembayaran ini dan itu.

          Datang pagi-pagi bersama dengan temen gw bernama Nikita RIRI yang hebring itu, menuju sebuah bank di Pusat Kegiatan Mahasiswa di Unand. Tepat di jam 7:15 WIB saat Cleaning Service sedang sibuk menyapu dan bersih-bersih kaca. Di depannya udah banyak banget mahasiswa yang sibuk mengantri untuk membayar spp.

          Saat ini gw ragu, oooh gw dilema!!, haruskah gw membayar spp dan membayar uang kompre? Setelah bertanya-tanya dengan karyawan bank, ampe satpam bank. Mereka hanya menjawab “oh gak tau tuh dek”. Hmmm semakin-makin gw di lundung rasa galau.

          Setelah berpikir keras, akhirnya gw memutuskan untuk mengantri dan bayar spp barulah bayar uang kompre. Oke, bayar spp dan bayar kompre selesai. Tujuan berikutnya adalah jurusan.

          Setelah sampai di jurusan dan beredar demi mengejar ke eksisan di kampus gw lakukan dengan sangat teramat semangat. Hinga akhirnya gw dan temen-temen gw ngobrolin masalah uang spp. Mereka menjawab “jiaah buat apa lo bayar spp lg? Kan udah dapat jadwal kompre”, “bego!, T.O.L.O.L. LO!!”, “ang PAKAK! Manga indak batanyo!”, dan berikutnye dosen yang ngomong “hahaha rasain deh, nyumbang kamu ke unand?”. 
(-_________________________________-“)

          Owh SHIT perkatan mereka terngiyang-ngiyang di kepala gw, oooh gw mual, gw mau muntah, aaahk toloong badan gw lemes, aaaaak gw gak bisa napas! Kasih gw napas buatan! Dan setelah gw merasakan dilema dan kegalauan yang sangat DASYAAAT pagi ini, ada seorang malaikat “hitam” mengsms gw, yaitu Lios (^.^)v haha PISSS OUT!

          “Bisa diurus kok, lo datengin ke bagian kemahasiswaan, minta buatkan surat pembatalan pembayaran spp, insyaallah uang lo kembali.” Ooowh thanks god! Alhamdulillah ada sedikit pencerahan buat gw. kalau gak, yaaah RUGI BANDAR dong!!!. 

YEAAAAH SKRIPSI GW di ACC!!!!

22 Juli 2011

          Dari judulnya udah jelas, itu kalimat KEBAHAGIAAN buat gw dan temen-temen gw hasil jeri payahnya selama ini. tepat di hari jum’at pagi. Ya memang benar hari jum’at adalah hari yang baik menurut ajaran agama islam.

          Ungkapan kebahagian gw sangat tergambarkan dari ekspresi dan tingkah laku gw saat ini. ibaratkan sebagai pemain bola yang berhasil membobol gawang lawan dengan usahanya. YAAAAAAAAAAAAAAHH jingkrak-jingkrak, senyum-senyum sendiri, muka memerah, yah pokoknya salting gitu deh. Haha

          Akhirnya setelah betahun-tahun gw kuliah di jurusan tercinta ini, yaitu Sastra Indonesia dan akhirnya selesai juga.!! Tapi tunggu dulu, coba kita flashback kembali. Sebelum gw mendapatkan tanda-tangan tersebut.

          First, gw bangun pagi hari, mandi ala kadarnya, tanpa minum tanpa makan, tanpa BAB. Sesampainya di kampus, gw berlarian kejar-kejaran dengan waktu, agar gw gak telat mendaftarkan diri untuk unjian kompre.

          Step two, setelah bertemu dengan dosen paling tampan di jurusan, gw langsung memasang muka manis, lebih manis dari Julia Perez dan berkata “eh pagiii bapaaak, lg sibuk nih? Oia pak *sambil mijit-mijit bahu* bapak kemarenkan janji loooh, buat acc skripsi saya hari ini” dan bapak itu menjawab “ah masa? Udah lupa tuh!!” (-_____-“) F*CK!! Selesai basa-basi. Ok fine, jadi gini lo sama gw?!! Jawab gw emosi.

          Step three, kelar berbasa-basi dan akhirnya si tampan mau menandatangani skripSHIT ini menjadi skripSWEET. Sebelum menanda tangangi skripSWEET gw, si tampan sibuk memeriksa lembar pengesahan yang gw sodorkan ke dia. Sampai akhirnya dia bilang “oooh salah ini, ini juga seharusnya diawali huruf kecil karena kata penghubung, lagi pula no NIP kajur bukan yang ini, halaah gimana mau saya tanda tangani. Print ulang” (-___-“) haduh ribet deh kuliah di sastra ini, harus tepat menggunakan EYD dengan baik dan benar!.

          Step four, proses perbaikan dan memprint ulang, akhirnya gw menuju ke tempat rental komputer terdekat, yiatu rental “GERBANK” entah itu maksudnya GERMO BANK atau semacam GENKBANG “istilah ML keroyokan”.. yah au ah! Peduli amat sama nama tuh rental. Setalah gw memperbaikinya dan kembali ke ruangan si ganteng, eng ing eeeng salah lagi!!! DAMN!!! Oke, print ulang dan begitu seterusnya sampai tiga kali bolak-balik.

          Step five, akhirnya, tanda tangan yang gw nantikan datang juga. Si ganteng dengan luwesnya menandatangani lembar pengesahan skripsi gw. setelah itu ...done! hasrat gw, TERPUASKAN!!! Makasiiih ganteeng.

Susilatan Mana?

15 Juli 2011
          Selama beberapa minggu gw sering banget mampir ke jurusan setiap pagi. Lebih tepatnya kelewat pagi. Di saat ayam-ayam masih tertidur pulas dan para waria pulang dengan keringat yang deras *kena razia*.

          Demi apa? Demi sebuah tanda tangaaaaan!!! -__-“) huuh. Satu pertanyaan timbul buat lo jawab!, menurut lo, “sulitan mana, minta tanda tangan artis atau minta tanda tangan dosen?” Hmmm lo pasti punya jawaban sendiri.

          Seandainya lo nanya ke gw, pasti gw jawab “DOSEN!!!”  yah itu jawaban yang sangat tepat buat pertanyaan tersebut. andai kata lo jawab “sulitan dapet tanda tangan artis lah!” Itu jawaban orang tak terpelajar! Haha kenapa begitu, ya karena orang yang ngejawab itu, pasti belum ngerasain paitnya proses penyelesaian skripsi sampai akhirnya di ACC.

          Fiuuh! Sori jawaban di atas agak sedikit pake urat! Mau gimana lagi? Memang itu kenyataannya. Jadi dalam kurun waktu 3 bulan setelah proses seminar proposal dan melanjutkannya ke skripsi, itu adalah masa-masa terpait, sepait-paitnya. Lebih pait dari empedu uler!.

          Coba lo bayangkan, setalah lo capek memutar otak *kalo punya*, lo abrak-abrik buku-buku tebel nauzubillah!, print berlembar-lembar, memfoto kopi berangkap-rangkap dan pas bimbingan. “haduuuh apaan sih ini? ini salah!, salah!, salah! Salaaah!!!! Perbaiki!!!!” #NOCOMENT.

          Rasanya bagaikan kena tampol Mike Tison, terus mental ke tengah rel kreta dan di tabrak jet tempur! MANCAAAAP!!!.

Rabu, 13 Juli 2011

Ospek??? Asiiiiik

14 Juli 2011

          Bagi sebagian orang ospek ini menyebalkan bahkan tidak kurang dari mereka menganggapnya menakutkan. Mungkin hal tersebut terjadi karena lo melihat ospek sadis ala STPDN yang di gebukin ampe bonyok bahkan ada yang meninggal karena ospek.

          Serem sih, tapi coba deh ambil segi positifnya dari ospek. “Emang ada?” jika timbul pertanyaan tersebut berarti lo salah satu orang yang gak menikmati apa itu ospek. Haha sotoy deh gw.

         Hilangkan pikiran kalau ospek itu menakutkan, belajar hipnotis menjadi solusi bagus buat lo praktekin buat ngebales tindakan senior yang lo anggap nyolotin. Hipnotis ini sangat di anjurkan untuk menghipnotis senior cewek yang cantik
  
         Senior : WOI KEMANA AJA BARU DATANG SEKARANG?!
Junior : “buka baju lo! Cepat!!!” *menghipnotis* *mata melotot*
Senior : aaah dengan senang hati... :*

          Sangat tidak di anjurkan menghipnotis senior lo yang memiliki tubuh hitam legam mengkilap dan berotot!!.
     
      Langkah berikutnya buat lo para maba cewek, pura-pura pingsan di depan senior cowok yang lo anggep unyu, tak tik ini 98% sangat ampuh. Percaya deh, senior cowok itu sebagian besar mengikuti ospek maba untuk mencari gebetan baru. Jadi ketika lo udah males banget ngikutin kegiatan ospek mending pura-pura pingsan. Sambil menyelam minum fanta! Kali aja lo dapet gebetan baru.
        
      Bagi para senior, keuntungan mengikuti ospek, salah satunya adalah peluang bisnis menjual perlengkapan ospek. Kata siapa ospek gak mengasikan dan ngabisin duit. Jangan anggap remeh peluang bisnis ini! gak sedikit lo bisa merauk untung dari hasil penjualan yang tentu saja dengan cara pinter-pinter.
          
         Senior di harapkan lebih gencer pendekatan dengan para ospek’ers, selain cari muka, lo bisa merampas uangnya! Haha... merampas yang gw maksud tentunya bukan dengan cara mencuri, akan tetapi dengan mencuri hati para ospek’ers maka dengan mudah lo bisa mengorek-ngorek isi dompetnya.

Senior: Gak usah bingung beli perlengkapan ospek, beli sm kakak aja. Dijamin lengkap dan    
           murah. Ajak yang lain juga yah *tipe senior penjilat*
Ospek’ers : Oke deh, bsk aku suruh anak-anak yg lain beli sama kaka aja”

Dengan gampangnya si ospek’ers terkena jebakan batman ala senior penjilat. Lumayankan, keuntungan yang lo dapat bisa dua bahkan tiga kali lipat dari harga asli. Misalkan balon gas, harga asli palingan cuman Rp.1000 lo bisa jual Rp.5000 owalah maruk ngambil untung. -__-“

Let’s see, liat suatu keadaan jangan dari sebelah mata, coba liat dengan mata-mata lainnya dan ambil sisi positif dari kejadian tersebut. Allright v(^o^)v 

Dont Asking About My Future

14 juli 2011

         Saat ini perasaan gw lagi bener-bener membingungkan dan lagi di hadang perasaan galau. Galau karena cinta? tentu saja tidak, hal tersebut bukan menjadi halangan yang sangat berarti yang bisa membuat gw menjadi galau.

          Galau yang gw rasakan saat ini di karenakan nilai semester gw yang gak sesuai dengan harapan. Prediksi di awal perkuliahan gw bakal bisa mendapatkan nilai yang lumayan baik untuk membantu memperbaiki ipk gw di akhir semester 10 ini. tapi ah itu teori, kenyataan yang gw hadapi sekarang ini ternyata lebih pahit dari rasa empedu ular.

          Agak berlebihan sih, tapi ya ada benarnya juga, terkadang kita gak bisa terima keadaan pahit di kehidupan nyata. Mungkin perasaan ini menjadi semakin nyesek ketika orang-orang di sekitar lo mengeluarkan statment nyelekit yang tentu saja hal tersebut hanyalah gurauan belaka. Seperti “jiaah lo non eksak aja stress!”, “haha ngapain lo kuliah sastra Indonesia? Peluang kerjanya sedikit”, “bego banget sih udahlah tamat lama ipk rendah pula! Padahal cuman kuliah sastra Indonesia”.

          Oke, tenang.. mereka hanya bergurau saja jangan lo tanggepin secara serius. Akan tetapi lama-kelamaan statment mereka mulai mengganggu kehidupan gw. sebagai tindak balasan, gw hanya bisa melontarkan satu statment kepada mereka “hey coba lo inget-inget lagi, selama lo ujian baik itu UN, ujian biasa, ujian Snmptn, hingga Uts dan Uas. Nilai bahasa Indonesia lo pasti termasuk yang terendah di bandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Jadi jangan banyak bacot deh lo!!!” *emosi* *pake urat* *embun-embun berasep*.

          Belajar bahasa bukan seperti pelajaran matematika yang telah menjadi ilmu pasti. Seperti halnya 1+1 = 2, 4x4= 16 sempat tidak sempat yang penting di balas! #eh... pengalaman ini ternyata bukan gw saja yang mengalaminya, termasuk dosen di jurusan gw yang sering kena ledek oleh teman-temannya. 
      
      Sampai akhirnya kenyataan berkata beda. Di saat dosen gw ini masih menjadi mahasiswa, dia selalu di ledekin dengan hal yang sama seperti gw. akan tetapi setelah selesai kuliah sastra Indonesia, dosen gw langsung mendapatkan kerja sebagai dosen di Unand dan temannya tersebut masih saja berkutat sebagi mahasiswa dan dengan lantang dosen gw bilang “haha rasain, lo makan tuh rumus!!!”. Gw yang mendengarkannya saja serentak tertawa melihat ekspresi dia saat bercerita.

          Hal tersebut menjadi dorongan positif buat gw dan para mahasiswa lainnya untuk selalu semangat! Setiap orang memiliki jalan ceritanya masing-masing seperti layaknya novel dan sekarang saat lo berusaha bagaimana cerita hidup lo menjadi menarik untuk di jalani dan dibaca untuk dijadikan panutan oleh orang lain.

          Dont asking about my future, sampai saat ini gw masih belum bisa menjawab bakal menjadi apa gw di kemudian hari. Saatnya gw mengucapkan banyak terima kasih kepada papa, uni dan keluarga yang telah memberikan support kepada gw dan satu hal yang ingin sekali gw jalani, yaitu menjadi boss! Dimana gw bisa mengendalikan perusahaan dengan banyak karyawan dan yang menjadi kebanggan buat gw adalah bisa memberikan nafkah kepada mereka “karyawan” yang telah berkerja keras untuk perusaan gw dan hidup mereka tentunya.

           Ingat didikan papa “Tangan diatas jauh lebih baik dari pada tangan yang di bawah!” inget itu ya guys J ...